Ambil Apel Jam Pimpinan, Kapolres Ende Tekankan Transformasi Pelayanan Publik dan Disiplin Inovasi

Ambil Apel Jam Pimpinan, Kapolres Ende Tekankan Transformasi Pelayanan Publik dan Disiplin Inovasi

TribrataNewsEnde.Com - Jam pimpinan setiap hari senin adalah hal yang wajid laksanakan oleh Polres Ende, Dalam sebuah Apel jam pimpinan kali ini Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M. Tr.Opsla mengambil Apel jam pimpinan perdana. Senin (12/01/2026) Pukul 08.00 Wita.

Dalam Jam Pimpinan ini Kapolres Ende dalam pengarahan menekankan langkah strategis untuk memperkuat integritas dan kualitas pelayanan di lingkungan institusi. Arahan ini mencakup komitmen terhadap disiplin anggota hingga inovasi sistem penempatan kerja yang lebih adil.

​AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr. Opsla menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi anggota yang berbuat pelanggaran di lingkungan kerja. Fokus utama diletakkan pada pembersihan dari segala bentuk tindak pidana umum maupun penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin menjadi harga mati yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh personel.Ucapnya.

​Salah satu poin menarik dalam arahan tersebut adalah ambisi untuk merevolusi layanan publik, khususnya pada unit Call Center dan SPKT. Alumni Akpol tahun 2007 itu mendorong anggotanya agar mampu memberikan pelayanan dengan ketulusan hati, mencontoh profesionalisme dan keramahan layanan perbankan seperti BRI.

​Untuk memperkuat unit-unit strategis yang selama ini kurang diminati, beliau berencana melakukan penataan personel di bagian Pamapta dan Tahti (Tahanan dan Barang Bukti).
​Sebagai bentuk apresiasi, sebuah skema reward disiapkan:
​Penambahan Kekuatan: Akan dilakukan pengecekan ulang untuk menambah jumlah personel agar beban kerja lebih proporsional.
​Kebebasan Memilih Penempatan: Anggota yang telah mengabdi selama 6 bulan di bagian Tahti akan diberikan keistimewaan untuk memilih lokasi penempatan tugas berikutnya.

​Menutup arahannya, pimpinan mengingatkan seluruh jajaran untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Prinsip "Saring sebelum Sharing" ditekankan guna menjaga marwah institusi dan mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat. Pesan ini diharapkan tidak sekadar menjadi angin lalu, melainkan diimplementasikan secara nyata dalam tugas sehari-hari demi perubahan organisasi ke arah yang lebih baik.