Cuaca Ekstrem di Teluk Ende: Dua Kapal Karam dalam Sehari, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Cuaca Ekstrem di Teluk Ende: Dua Kapal Karam dalam Sehari, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

TribrataNewsEnde.Com – Alam sedang tidak bersahabat di pesisir selatan Flores. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam dua unit kapal motor dilaporkan tenggelam dihantam cuaca ekstrem di perairan Teluk Ende Nusa Tenggara Timur. Meski tidak ada korban jiwa dalam karamnya KM Ana Oda dan PM Fatir namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

*​Detik-Detik KM Ana Oda Menghilang dari Permukaan*

​Kejadian pertama menimpa KM ANA ODA, sebuah kapal motor berkapasitas 20 GT milik Iskandar A. Karim. Pada Senin dini hari (19/01/2026), kapal tersebut terpantau masih berlabuh aman di Pantai Amburima sekitar pukul 02.00 Wita. Merasa cuaca cukup kondusif, nakhoda beserta ABK memutuskan untuk beristirahat di darat.
​Namun, takdir berkata lain. Hanya berselang satu jam, saat nakhoda kembali untuk mengecek kondisi kapal menggunakan senter, KM ANA ODA sudah tidak terlihat lagi. Kapal berukuran panjang 22 meter itu karam bersama seluruh isinya, termasuk mesin Isuzu, genset, hingga stok bahan bakar dan logistik.

Adapun barang materil yang tenggelam bersama perahu:
- Mesin 4 slinder (Isuzu 125 PS). 
- Mesin 4 slinder (Isuzu 100 PS). 
- Mesin Deret 300 PK. 
- Mesin Jenset 3000 Wt. 
- Mesin Jenset 1200 Wt. 
- Lampu sorot 10 buah 100 Wt. 
- Solar 1 drum. 
- Bensin 2 jerigen (35 liter). 
- Beras 2 karung. 
- Kunci alat mesin. 
- Batre accu 70 SMP (4.B). 
- Panel Cas. 
- Kontroler. 
- Ember 10 buah.
Kerugian mencapai ratusan juta Rupiah


​*PM Fatir Terpecah Menjadi Kepingan*

​Belum reda keterkejutan warga insiden serupa kembali terjadi pada Senin pagi (19/01/2026) Pukul 05.30 Wita di Pantai Ambundai. Perahu Motor Fatir milik Nurdin (55) ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Papan alas perahu kayu tersebut tampak berhamburan di pesisir pantai setelah dihantam gelombang tinggi.

​"Kapal ditemukan sudah tenggelam, namun masih terikat pada pelampung". Ucap Salaha satu warga di  lokasi kejad. Estimasi kerugian untuk PM Fatir sendiri mencapai Rp75 juta, mencakup mesin engkol, peralatan pancing, dan perlengkapan elektronik lainnya.

*​Respons Cepat Satpolairud Polres Ende*

​Merespons dua kejadian beruntun ini, personel Satpolairud Polres Ende bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara untuk melakukan pendataan dan pengumpulan bahan keterangan.

​Kasat Polairud AKP Pua Hamid mengimbau dengan keras kepada seluruh masyarakat nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan.

​Kami meminta para nelayan untuk sementara waktu lebih waspada dan mempersiapkan peralatan keselamatan yang memadai. Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi saat ini sangat berisiko.Ucapnya. 

"Mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu kami minta kepada para nelayan untuk memastikan peralatan keselamatan (Life Jacket) selalu tersedia dan memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum memutuskan neraktifitas di laut dan untuk sementara waktu tidak melaut dulu hingga kondisi perairan teluk Ende kembali Kondusif".Ucapnya.

​Hingga berita ini diturunkan, kedua kapal tersebut belum dapat dievakuasi. Kondisi laut yang masih ganas dengan gelombang tinggi dan angin kencang menjadi kendala utama bagi tim di lapangan maupun pemilik kapal.