Pastikan Stabilitas Emosi Anggota, Polres Ende Gandeng Tim Biro SDM Polda NTT Gelar Tes Psikologi Pemegang Senpi

Pastikan Stabilitas Emosi Anggota, Polres Ende Gandeng Tim Biro SDM Polda NTT Gelar Tes Psikologi Pemegang Senpi

TribrataNewsEnde.Com - Guna memastikan kesiapan mental dan menjaga profesionalisme anggotanya, Kepolisian Resor Ende menggelar kegiatan pemetaan dan pemeriksaan psikologi berkala. Kegiatan krusial ini dikhususkan bagi calon personel pemegang senjata api (senpi) dinas dan berlangsung di Gedung Bhayangkara Polres Ende pada Jumat (17/7/2026) pagi.

​Untuk menjaga objektivitas dan kualitas hasil penilaian, Polres Ende bekerja sama langsung dengan Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT. Dua penguji ahli diterjunkan langsung untuk memimpin jalannya tes, yaitu Kasubbagpsipol Bagpsi Ro SDM Polda NTT Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi., dan Bamin Subbagpsipol Bagpsi Ro SDM Polda NTT, Briptu Barly Renaldy Lasa, S.Psi.

​Wakapolres Ende Kompol Ahmad, S.H yang mendampingi tim menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada Tim SDM Polda NTT. Beliau menegaskan bahwa aspek psikologis merupakan syarat mutlak bagi personel yang memegang senjata api.

​"Melalui kegiatan tes psikologi ini, kita ingin memastikan bahwa calon personel yang memegang senpi benar-benar memiliki stabilitas emosi yang matang, pengendalian diri yang kuat dan bebas dari indikasi gangguan psikologi," ujar Kompol Ahmad dalam arahanya.

Melalui kegiatan ini kita ingin Memastikan kesiapan mental, stabilitas emosi, pengendalian diri, menjaga profesionalisme serta mencegah penyalahgunaan wewenang bagi calon personel pemegang senjata api (senpi) dinas.tambahnya

​Sementara itu, Ketua Tim Penguji, Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi dalam arahannya menekankan bahwa pemeriksaan psikologi taktis ini tidak hanya sekadar formalitas. Hasil tes nantinya akan diintegrasikan dengan data nilai mental personel dan masuk ke dalam database resmi Bag SDM. Data ini akan menjadi salah satu bahan pertimbangan utama dalam proses pembinaan karier, asesmen serta penempatan jabatan bagi perwira maupun bintara.

​"Kami berharap seluruh personel, terutama para perwira mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Data ini menjadi rekam jejak penting dalam proses pembinaan karier ke depan. Selain itu, pemeriksaan psikologi ini bersifat syarat mutlak bagi personel yang bertugas di fungsi operasional dan memegang senjata api dinas," tegas Kompol Prasetyo.

​Langkah tegas dan tanpa kompromi akan diambil oleh institusi berdasarkan instruksi dari Bidang Propam. Kompol Prasetyo menambahkan, jika ditemukan ada personel pemegang senpi yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam tes ini, maka senjata api yang melekat pada personel tersebut akan segera ditarik dan diamankan. Langkah preventif ini diambil demi mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang dan senjata api di lapangan.
​Selain menjalani tes tertulis, para personel operasional juga diwajibkan mengisi Lembar Penilaian Perilaku (LHP). Penilaian ini tidak hanya mengandalkan hasil ujian di atas kertas, melainkan harus divalidasi langsung oleh atasan masing-masing seperti para Kasat atau Kapolsek guna memetakan aspek kepribadian, mentalitas, serta perilaku sehari-hari anggota di lingkungan kerja mereka.

​Melalui komitmen yang kuat ini, Polres Ende terus berupaya melahirkan personel Polri yang tidak hanya mahir secara teknis di lapangan, tetapi juga matang secara psikologis, sehat mental, dan akuntabel. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat demi terwujudnya pelayanan Polri yang ramah, humanis, dan Presisi.