Pimpin Apel Kesiapan Pembongkaran, Kapolres Ende Tekankan Tiga Aspek Utama dalam Pembongkaran Sempadan Pantai Ndao

Pimpin Apel Kesiapan Pembongkaran, Kapolres Ende Tekankan Tiga Aspek Utama dalam Pembongkaran Sempadan Pantai Ndao

TribrataNewsEnde.Com - Pagi hari Rabu Pukul 08.00 Wita (15/4/2026), aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende serta Stakholder lainya menggelar apel kesiapan pengamanan pembongkaran lapak di kawasan Sempadan Pantai Ndao. Langkah tegas ini diambil sebagai upaya penegakan aturan terkait kawasan sempadan pantai yang selama ini dilarang untuk mendirikan bangunan permanen maupun semi-permanen.

​Dalam arahannya, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati Ende demi kemaslahatan masyarakat umum. Ia menegaskan bahwa upaya pendekatan telah dilakukan oleh beberapa kepemimpinan bupati sebelumnya, namun baru kali ini realisasi pembongkaran dilakukan secara menyeluruh.

​"Saya selaku Kapolres Ende selalu mendukung semua kebijakan Bapak Bupati terutama untuk kegiatan yang membawa maslahat bagi masyarakat luas," tegas Kapolres di hadapan personel apel gabungan.

​Demi memastikan proses pembongkaran berjalan kondusif, Kapolres Ende menekankan tiga poin utama yang harus dipatuhi oleh seluruh personel pengamanan:

1. ​Pendekatan Humanis dan Anti-Arogan: Kapolres menginstruksikan seluruh aparat, baik TNI, Polri, maupun Satpol PP, untuk bekerja dengan hati. Ia melarang keras adanya tindakan anarkis atau perilaku arogan yang dapat memicu ketegangan dengan warga.

2. ​Taat SOP: Setiap personel wajib bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan di masing-masing lokasi ploting. Hal ini penting untuk menghindari pelanggaran hukum atau prosedur selama proses eksekusi di lapangan.

3. ​Waspada Terhadap Penyusup: Aparat diminta jeli mengawasi pihak-pihak tak dikenal yang berpotensi menjadi "penyusup" dengan misi SMS (Senang Melihat orang Susah, Susah melihat orang Senang).

Kapolres Ende memperingatkan agar tidak ada personel yang terpancing provokasi jika muncul pihak-pihak yang menginginkan situasi menjadi tidak kondusif.

​Kawasan Pantai Ndao yang menjadi sasaran pembongkaran merupakan area sempadan pantai yang secara regulasi harus bebas dari bangunan. Meski sempat ada aktivitas warga di lokasi hingga detik-detik terakhir, Kapolres berharap koordinasi yang kuat antara Forkopimda dapat membuat proses transisi ini berjalan lancar.

​"Kita tunjukkan kekompakan antara TNI, Polri, dan Pemda. Saya harap hari ini semua berjalan lancar dan aman hingga selesai," tutupnya sebelum mengakhiri apel dengan doa bersama.

​Situasi di sekitar Pasar Ndao terpantau dalam penjagaan ketat, namun tetap mengedepankan dialog dengan para pedagang dan pemilik lapak.