Kembalikan Keceriaan Anak, Polres Ende Polda NTT Gelar Trauma Healing untuk TK RA Azizah Inayah Rodja Pasca Gempa Flores

Kembalikan Keceriaan Anak, Polres Ende Polda NTT Gelar Trauma Healing untuk TK RA Azizah Inayah Rodja Pasca Gempa Flores

​TribrataNewsEnde.Com - Kepolisian Resor Ende Polda NTT Terus melakukan kegiatan trauma healing bagi para siswa dan siswi, Kali ini TK RA Azizah Inayah Rodja, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Selasa (8/9/2026) Siang. Langkah ini dilakukan guna memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascadampak bencana gempa bumi yang sempat melanda wilayah Pulau Flores.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.20 WITA ini melibatkan personel Polres Ende yang telah mengantongi kualifikasi pelatihan konselor, yaitu Aipda Yumias Markus Lete, S.H. (Paursubbagdalpers Bag SDM) bersama Brigpol Novi Asmiyati (Bamin Urmintu Satlantas). Tim konselor yang didampingi personel Bag SDM dan Satlantas Polres Ende tersebut mendampingi sebanyak 25 murid TK dengan pendekatan yang ramah anak.

​Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., secara terpisah menyampaikan bahwa pendampingan psikososial ini difokuskan untuk memulihkan keseimbangan emosional dan mental para anak.

​"Anak-anak rentan mengalami rasa takut dan kepanikan akibat guncangan gempa bumi. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu melepaskan kecemasan tersebut agar mereka bisa kembali ceria, merasa aman, dan beraktivitas normal seperti sediakala," ujar AKBP Yudhi Franata.

​Kehadiran Personel Polres Ende dalam memberikan pendampingan psikososial (Trauma Healing) dinilai sangat membantu mengembalikan keberanian anak-anak untuk kembali beraktivitas di sekolah.

​Perwakilan guru dalam keteranganya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada tim kepolisian yang turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan anak-anak.

​"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Polisi dari Polres Ende yang telah datang untuk mengadakan kegiatan bersama anak-anak. Kegiatan ini sangat membantu, sebab pasca gempa banyak anak yang takut hadir ke sekolah karena orang tua mereka khawatir. Harapan kami, melalui kegiatan ini anak-anak ke depannya tidak takut lagi seperti sebelumnya," ujar pihak sekolah.

Sebelum adanya kegiatan ini, kecemasan orang tua dan anak-anak sempat membuat tingkat kehadiran di sekolah menurun. Rasa trauma akibat gempa susulan menjadi alasan utama kekhawatiran tersebut. Tambahnya.

​Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, pendampingan dari kepolisian tidak hanya memberikan rasa aman bagi anak-anak, tetapi juga menenangkan para orang tua. Diharapkan semangat dan keceriaan para siswa dapat sepenuhnya pulih sehingga proses belajar-mengajar di sekolah dapat kembali berjalan normal.

PoldaNTTPenuhKasihDariTimurMenguatkanIndonesia