Siswi Berprestasi di Ende Ditemukan Tutup Usia, Simak yang di Lakukan oleh Pihak Polres Ende

Siswi Berprestasi di Ende Ditemukan Tutup Usia, Simak yang di Lakukan oleh Pihak Polres Ende

TribrataNewsEnde.Com - Kabar duka menyelimuti Desa Randotonda Kecamatan Ende pada Kamis sore (19/03/2026). Seorang remaja putri berinisial MMD (15), siswi kelas VIII SMPN Tonda Ndora yang dikenal memiliki catatan akademik gemilang, ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Dusun Kekawi'i.

​Peristiwa memilukan ini terungkap saat adik sepupu korban yang masih berusia 8 tahun mencoba memanggil korban di kamarnya. Karena tak kunjung mendapat sahutan, saksi lain, Maria Ratu Jebe (16), berinisiatif mengecek ke dalam. Isak tangis pecah seketika saat korban ditemukan dalam posisi tidak bernyawa akibat jeratan tali.

​Mendapat laporan warga, jajaran Polres Ende bergerak cepat. Tim gabungan dari Piket SPKT 1 Polsek Ende, Satreskrim hingga Unit Identifikasi yang dipimpin langsung oleh Pamapta Ipda Arif Fauzi segera tiba di lokasi untuk melakukan langkah langkah kepolisian dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​"Kami langsung melakukan langkah-langkah prosedural, mulai dari pengamanan TKP hingga koordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Ndetundora untuk memastikan penyebab kematian," ujar Ipda Arif Fauzi

Ipda Arif menambahkan bahwa​berdasarkan hasil pemeriksaan dr. Ewaldina Yulsiana Dija Ghawa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban murni melakukan tindakan bunuh diri.

Di mata warga sekitar, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang cenderung tertutup namun sangat menonjol di sekolah. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan tanya mendalam bagi kerabat. Diketahui, MMD selama ini tinggal bersama paman dan bibinya sejak kedua orang tuanya berpisah. Sang ayah menetap di Pulau Sumba sementara ibunya mengadu nasib sebagai pekerja migran di Malaysia. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa beberapa waktu terakhir, korban sempat mengutarakan kerinduan yang mendalam dan keinginan untuk menyusul ayahnya ke Sumba.

​Pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses autopsi lebih lanjut. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka sembari menunggu kepulangan sang ayah dari Pulau Sumba untuk proses pemakaman.

​Terkait kejadian ini, Polres Ende mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis remaja di lingkungan keluarga. Komunikasi yang terbuka antara orang tua atau wali dengan anak menjadi kunci utama dalam mendeteksi dini beban mental yang mungkin dirasakan oleh generasi muda.