Jumat Curhat Kapolsek Wolowaru Bersama Mahasiswa Stikes St.Elisabet Maumere dan Warga Nduaria

Jumat Curhat Kapolsek Wolowaru Bersama Mahasiswa Stikes St.Elisabet Maumere dan Warga Nduaria

TribrataNewsEnde.Com - Suasana Aula Desa Nduaria Kecamatan Kelimutu tampak berbeda pada Jumat pagi (17/04/2026). Puluhan mahasiswa berseragam almamater bersatu dengan warga lokal dan aparat keamanan dalam gelaran Jumat Curhat, sebuah forum dialogis yang diinisiasi oleh Polsek Wolowaru Polres Ende Polda NTT untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

​Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita ini tidak hanya sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi panggung kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah kecamatan dan dunia akademik. Ada pemandangan menarik dalam kegiatan kali ini. Sebanyak 95 mahasiswa dari STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere yang sedang melaksanakan KKN-PKM turut memadati aula. Kehadiran mereka membawa energi baru dalam diskusi antara warga dan aparat.

Ketua STIKES St. Elisabeth, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, S.St., M.Kes, hadir langsung mendampingi para mahasiswa,  bersama para pimpinan akademik lainnya.

​Kapolsek Wolowaru Ipda Ubaldus Maku, S.Sos, yang hadir langsung dalam materi Jumat Curhat"-nya menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan. Beliau mengajak warga Desa Nduaria untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan keamanan.

​"Kami hadir di sini untuk mendengar bukan hanya memerintah. Keamanan di Desa Nduaria adalah tanggung jawab kita bersama, terlebih saat ini adik-adik mahasiswa sedang mengabdi di sini. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman bagi tamu dan warga sendiri," ujar Ipda Ubaldus.

​Camat Kelimutu Anselmus C. Ngama, SH, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif Polsek Wolowaru. Beliau menilai forum seperti ini sangat efektif untuk memangkas jarak antara pejabat dan rakyat.

Sementara itu Kepala Desa Nduaria Markus Wara dan para tokoh adat/suku setempat juga menyatakan kesiapannya mendukung penuh program-program kepolisian dan kegiatan KKN mahasiswa.

Diskusi mengalir hangat hingga siang hari. Berbagai masukan dari warga mulai dari isu ketertiban jalan raya hingga masalah kesehatan lingkungan yang dipaparkan mahasiswa menjadi catatan penting bagi pihak terkait.

​Acara ditutup pada pukul 12.00 Wita dalam keadaan yang kondusif. Keharmonisan yang tercipta di Aula Desa Nduaria hari ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, akademisi dan masyarakat adalah kunci utama pembangunan daerah yang stabil di Kabupaten Ende.