Bhabinkamtibmas Polsek Ende Sukses Mediasi Penjemputan Anak, Konflik Keluarga Berhasil Dicegah dengan Pendekatan Humanis
TribrataNewsEnde.Com - Komitmen Polri dalam mengedepankan pendekatan humanis dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan kembali ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Ende, Aipda Hamka. Melalui langkah cepat dan penuh kebijaksanaan, potensi konflik yang dapat terjadi antara dua keluarga berhasil dicegah dalam sebuah peristiwa penjemputan anak yang berlangsung di wilayah Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Senin (8/6/2026) malam.
Peristiwa tersebut bermula ketika Christina Macthel (44), warga Jalan Perkuburan, Kelurahan Mbongawani, merasa khawatir terhadap putrinya yang diketahui berada di rumah kekasihnya di kawasan Lingkungan Betlehem, RT 003/RW 004 Pu’unaka, Kelurahan Tetandara.
Menyadari bahwa persoalan yang melibatkan hubungan remaja sering kali berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga ketegangan antar keluarga, Christina memilih menempuh jalur yang bijaksana. Ia mendatangi Polsek Ende untuk meminta pendampingan dari Bhabinkamtibmas guna memastikan proses penjemputan anaknya dapat berlangsung aman dan tanpa menimbulkan keributan.
Menanggapi laporan tersebut, Aipda Hamka segera mengambil langkah cepat. Sekitar pukul 21.45 Wita, ia mendampingi Christina menuju lokasi dengan tujuan utama menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya gesekan antara kedua belah pihak.
Setibanya di lokasi, Aipda Hamka tidak serta-merta menggunakan kewenangannya sebagai aparat kepolisian. Sebaliknya, ia mengedepankan pendekatan persuasif dan nilai-nilai budaya ketimuran dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama Ketua RT setempat, Donatus Djago, guna membantu menjembatani komunikasi dengan keluarga pihak laki-laki.
“Kami mengedepankan komunikasi yang santun dan penuh penghormatan kepada semua pihak. Tujuannya agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan rasa tersinggung ataupun konflik baru,” ungkap Aipda Hamka.
Pendekatan yang mengutamakan dialog dan rasa saling menghormati tersebut terbukti efektif. Dengan dukungan Ketua RT serta sikap terbuka dari keluarga pihak laki-laki, komunikasi berlangsung dengan lancar dalam suasana yang tenang dan penuh kekeluargaan.
Hasilnya, sang anak dapat dijemput dan diserahkan kembali kepada ibunya dalam keadaan sehat, aman, dan tanpa adanya perselisihan sedikit pun. Seluruh proses berlangsung tertib serta mendapat respons positif dari kedua keluarga.
Sebelum meninggalkan lokasi, Aipda Hamka juga memberikan imbauan kamtibmas kepada kedua belah pihak. Ia mengajak para orang tua dan remaja untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan keluarga maupun pergaulan remaja, serta menjaga hubungan baik antarwarga demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan kondusif.
Tindakan cepat, profesional, dan humanis yang ditunjukkan Bhabinkamtibmas Polsek Ende tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Kehadiran Polri di tengah persoalan sosial kemasyarakatan dinilai mampu menjadi penengah yang menyejukkan sekaligus mencegah potensi konflik sejak dini.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang siap membantu menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan dialogis, humanis, dan penuh rasa kekeluargaan. Berkat langkah tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Ende tetap terjaga aman, damai, dan kondusif.
User

